Jakarta, 30 Mei 2026 – Wakil Ketua MPR RI mendorong terjalinnya kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas literasi, sektor swasta, dan masyarakat untuk memperluas pemerataan akses bahan bacaan hingga ke pelosok Indonesia. Menurutnya, ketersediaan buku dan sumber pengetahuan yang merata merupakan salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.
Dalam pandangannya, masih terdapat sejumlah wilayah yang menghadapi keterbatasan akses terhadap bahan bacaan berkualitas. Kondisi geografis, keterbatasan infrastruktur, dan distribusi yang belum optimal menjadi tantangan yang perlu diatasi secara bersama-sama. Oleh karena itu, upaya memperluas jangkauan buku dan sumber belajar tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen bangsa agar hasilnya lebih efektif dan berkelanjutan.
Wakil Ketua MPR menekankan bahwa budaya membaca memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan semakin mudahnya akses terhadap informasi, masyarakat perlu dibekali kemampuan literasi yang baik agar mampu menyaring dan memahami berbagai informasi secara bijak. Kehadiran bahan bacaan yang berkualitas hingga ke daerah-daerah terpencil diharapkan dapat membantu memperkuat kemampuan tersebut sejak usia dini.
Selain memperbanyak distribusi buku fisik, pemanfaatan teknologi digital juga dinilai dapat menjadi solusi untuk memperluas akses literasi. Perpustakaan digital, platform pembelajaran daring, dan berbagai inovasi berbasis teknologi dapat melengkapi upaya distribusi konvensional. Namun demikian, pengembangan akses digital tetap perlu diiringi dengan peningkatan infrastruktur dan konektivitas agar masyarakat di daerah terpencil dapat merasakan manfaatnya secara optimal.
Melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, Waka MPR berharap kesenjangan akses terhadap bahan bacaan dapat terus diperkecil. Dengan semakin banyak masyarakat yang memiliki kesempatan memperoleh pengetahuan dan informasi berkualitas, diharapkan tingkat literasi nasional akan terus meningkat. Langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi masa depan yang lebih unggul, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa di berbagai bidang.





