Jakarta, 29 Agustus 2026 – Wilayah Utara atau Northern Territory (NT) Australia resmi melegalkan voluntary assisted dying (VAD) setelah parlemen setempat mengesahkan undang-undang yang mengatur bantuan mengakhiri hidup bagi pasien dengan penyakit terminal. Keputusan tersebut menjadikan NT sebagai yurisdiksi terakhir di Australia yang mengesahkan aturan mengenai VAD.
Pengesahan dilakukan melalui pemungutan suara berdasarkan hati nurani atau conscience vote pada Kamis (27/8/2026). Hampir seluruh anggota parlemen NT mendukung pengesahan aturan tersebut, meski sejumlah usulan perubahan terhadap rancangan undang-undang akhirnya ditolak.
Berlaku dengan Syarat Ketat
Aturan baru tersebut tidak memberikan akses VAD secara bebas kepada seluruh pasien yang mengalami penyakit berat. Pasien harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum dapat menggunakan layanan tersebut.
Salah satu ketentuan utama adalah pasien harus memiliki prognosis bahwa kehidupannya diperkirakan tidak lebih dari 12 bulan. Ketentuan tersebut tetap dipertahankan setelah parlemen menolak usulan untuk memperpanjang atau mengubah batas waktu prognosis.
Selain itu, pasien harus memenuhi prosedur penilaian dan permintaan yang ditetapkan dalam aturan sebelum bantuan medis dapat diberikan. Mekanisme tersebut dirancang untuk memastikan keputusan benar-benar berasal dari pasien dan dilakukan secara sadar.
Dokter Dilarang Memulai Pembicaraan
Salah satu ketentuan yang menjadi perdebatan adalah adanya klausul yang membatasi tenaga medis untuk memulai pembicaraan mengenai VAD kepada pasien.
Upaya untuk menghapus ketentuan tersebut ditolak dalam pemungutan suara. Dengan demikian, tenaga kesehatan tidak dapat secara proaktif menawarkan atau memulai pembahasan mengenai VAD kepada pasien berdasarkan aturan yang baru disahkan.
Ketentuan tersebut sebelumnya mendapat kritik dari sejumlah kelompok medis yang menilai pasien seharusnya memperoleh informasi lengkap mengenai pilihan perawatan di akhir hayat.
Berakhirnya Larangan Hampir 30 Tahun
Pengesahan aturan ini memiliki sejarah panjang di Northern Territory. Pada 1995, NT pernah menjadi wilayah pertama di Australia yang mengesahkan undang-undang yang memungkinkan pasien sakit parah meminta bantuan untuk mengakhiri hidup secara sukarela.
Namun, aturan tersebut kemudian dibatalkan oleh Parlemen Federal Australia pada 1997. Pembatalan itu membuat wilayah-wilayah di Australia tidak dapat membuat aturan VAD sendiri selama bertahun-tahun.
Pemerintah federal baru memulihkan hak wilayah untuk membuat legislasi mengenai VAD pada 2022. Setelah perubahan tersebut, NT kembali memiliki kewenangan untuk menyusun kerangka hukum sendiri.
Kini Berlaku di Seluruh Australia
Dengan disahkannya undang-undang di NT, seluruh negara bagian dan wilayah di Australia kini telah memiliki dasar hukum untuk VAD. Sebelumnya, NT merupakan satu-satunya yurisdiksi Australia yang belum mengesahkan praktik tersebut.
Pemerintah NT menyebut pengesahan ini sebagai tonggak penting dalam pemulihan hak wilayah untuk menentukan kebijakan terkait pasien yang menghadapi penyakit terminal.
Namun, pelaksanaan aturan tidak akan langsung berjalan sepenuhnya. Departemen Kesehatan NT diperkirakan membutuhkan waktu hingga sekitar 18 bulan untuk menyiapkan sistem dan layanan yang diperlukan.
Kritik terhadap Aturan
Meski disambut oleh kelompok yang mendukung hak pasien menentukan pilihan di akhir hayat, aturan tersebut juga mendapat kritik. Sejumlah pihak menilai persyaratan prognosis maksimal 12 bulan dapat membuat sebagian pasien terminal tidak memenuhi syarat meskipun mengalami penderitaan berat.
Klausul yang melarang dokter memulai pembicaraan mengenai VAD juga menjadi salah satu persoalan utama. Kelompok medis menilai pembatasan tersebut dapat membuat pasien tidak memperoleh informasi mengenai seluruh pilihan yang tersedia bagi mereka.
Pemerintah Tekankan Perlindungan Pasien
Di sisi lain, pemerintah NT mempertahankan ketentuan ketat tersebut dengan alasan perlunya perlindungan terhadap kelompok rentan. Aturan VAD harus memastikan tidak ada pasien yang mengambil keputusan akibat tekanan, paksaan, atau kondisi yang membuat kemampuan mengambil keputusan terganggu.
Perdebatan mengenai aturan tersebut juga memperlihatkan perbedaan pandangan di internal parlemen. Sejumlah anggota parlemen dari partai pemerintah sendiri sebelumnya mengusulkan perubahan terhadap klausul prognosis dan pembatasan komunikasi tenaga kesehatan.
Pelaksanaan Masih Dipersiapkan
Setelah undang-undang disahkan, pekerjaan berikutnya adalah menyiapkan sistem layanan, tenaga kesehatan, prosedur pemeriksaan, serta mekanisme pengawasan. Pemerintah juga dijadwalkan melakukan evaluasi terhadap penerapan aturan setelah berjalan selama beberapa tahun.
Dengan pengesahan tersebut, Australia memasuki fase baru dalam kebijakan perawatan akhir hayat. Northern Territory kini bergabung dengan seluruh yurisdiksi Australia lainnya dalam memberikan kerangka hukum bagi pasien tertentu untuk memperoleh pilihan VAD dengan persyaratan yang telah ditentukan.
Northern Territory Australia resmi mengesahkan aturan voluntary assisted dying bagi pasien dengan penyakit terminal. Pasien yang ingin mengakses layanan tersebut harus memenuhi persyaratan ketat, termasuk memiliki prognosis hidup tidak lebih dari 12 bulan. Pengesahan ini sekaligus mengakhiri status NT sebagai satu-satunya yurisdiksi Australia yang belum melegalkan VAD setelah larangan terhadap aturan sebelumnya dicabut pada 2022.





