Jakarta, 20 September 2026 – Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan pertumbuhan populasi orang super kaya tertinggi di dunia dalam lima tahun mendatang. Berdasarkan proyeksi The Wealth Report 2026, jumlah ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) di Indonesia diperkirakan meningkat sekitar 82 persen sepanjang 2026 hingga 2031. UHNWI dalam laporan tersebut merujuk pada individu dengan kekayaan bersih setidaknya 30 juta dolar AS. Jumlahnya di Indonesia diperkirakan melonjak dari 3.833 orang pada 2026 menjadi 6.966 orang pada 2031. Pertumbuhan tersebut menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara maju maupun pusat keuangan global.
Proyeksi itu memperlihatkan perubahan dalam peta pembentukan kekayaan dunia yang semakin meluas ke negara berkembang. Pertumbuhan ekonomi, perkembangan industri, konsumsi domestik, serta peningkatan aktivitas investasi menjadi sejumlah faktor yang dapat mendukung bertambahnya kelompok dengan kekayaan sangat tinggi. Perkembangan pasar modal dan ekspansi perusahaan juga membuka peluang terjadinya akumulasi kekayaan dalam skala lebih besar. Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian karena memiliki populasi besar dan pasar domestik yang luas. Dalam beberapa tahun mendatang, pertumbuhan kelompok UHNWI diperkirakan berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata sejumlah pasar mapan.
Arab Saudi berada di posisi berikutnya dengan proyeksi pertumbuhan sekitar 63 persen. Populasi UHNWI negara tersebut diperkirakan bertambah dari 4.388 menjadi 7.162 orang pada 2031. Transformasi ekonomi melalui diversifikasi di luar sektor minyak menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan aktivitas investasi dan pembentukan kekayaan baru. Polandia juga diproyeksikan mencatat pertumbuhan sekitar 62 persen, dari 3.017 menjadi 4.906 UHNWI. Sementara Vietnam berada pada kelompok berikutnya dengan kenaikan sekitar 59 persen, dari 1.233 menjadi 1.960 orang.
Australia turut mencatat proyeksi pertumbuhan sekitar 59 persen, tetapi memiliki basis UHNWI yang jauh lebih besar dibandingkan Vietnam. Jumlah orang super kaya di Australia diperkirakan meningkat dari 16.460 menjadi 26.095 orang pada 2031. Swedia menyusul dengan proyeksi pertumbuhan 55 persen, dari sekitar 6.845 menjadi 10.633 orang. Perkembangan teknologi, pasar modal, industri, jasa keuangan, hingga sektor sumber daya menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang menopang penciptaan kekayaan di negara-negara tersebut. Perbedaan struktur ekonomi membuat sumber pertumbuhan kelompok super kaya di setiap negara tidak sepenuhnya sama.
Amerika Serikat berada di urutan berikutnya dengan proyeksi pertumbuhan UHNWI sekitar 54 persen. Meski persentase pertumbuhannya berada di bawah Indonesia, jumlah absolut orang super kaya di AS tetap jauh lebih besar. Populasinya diperkirakan meningkat dari 251.352 orang pada 2026 menjadi 387.422 orang pada 2031 atau bertambah lebih dari 136 ribu orang. Rumania berada setelah AS dengan proyeksi pertumbuhan sekitar 50 persen, dari 749 menjadi 1.120 orang. Besarnya basis kekayaan AS menunjukkan bahwa persentase pertumbuhan dan jumlah absolut perlu dibedakan ketika membaca perkembangan kekayaan global.
Filipina menjadi negara Asia Tenggara lainnya yang masuk dalam kelompok 10 besar dengan proyeksi pertumbuhan sekitar 49 persen. Jumlah UHNWI di negara tersebut diperkirakan naik dari 1.910 menjadi 2.844 orang pada 2031. Singapura melengkapi daftar dengan proyeksi pertumbuhan sekitar 46 persen, dari 7.171 menjadi 10.490 orang. Dengan demikian, daftar 10 negara tersebut terdiri atas Indonesia, Arab Saudi, Polandia, Vietnam, Australia, Swedia, Amerika Serikat, Rumania, Filipina, dan Singapura. Kehadiran Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Singapura memperlihatkan besarnya peran Asia Tenggara dalam perkembangan kekayaan global selama beberapa tahun mendatang.
Namun, pertumbuhan jumlah individu super kaya tidak secara otomatis menggambarkan pemerataan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Kenaikan populasi UHNWI menunjukkan perkembangan kekayaan pada kelompok tertentu sehingga perlu dibaca bersama indikator lain seperti distribusi pendapatan, kesempatan kerja, produktivitas, dan daya beli masyarakat. Bagi Indonesia, proyeksi kenaikan dari 3.833 menjadi 6.966 orang memperlihatkan besarnya potensi pembentukan kekayaan hingga 2031. Pada saat bersamaan, perkembangan tersebut dapat menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai bagaimana pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat yang semakin luas. Indonesia pun diproyeksikan berada di posisi teratas dunia dalam persentase pertumbuhan kelompok orang super kaya selama periode tersebut.






