Makassar, 23 Juli 2026 – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengusulkan percepatan pemerataan akses listrik bagi desa-desa terpencil dan wilayah kepulauan saat bertemu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong agar Program Listrik Desa (Lisdes) dapat menjangkau kawasan yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses energi, termasuk di Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kabupaten Pangkep. Usulan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil. Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat memperoleh pasokan listrik yang lebih merata dan berkelanjutan.
Menurut Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kebutuhan elektrifikasi di sejumlah wilayah masih menjadi perhatian karena terdapat ribuan kepala keluarga yang membutuhkan akses listrik yang lebih memadai. Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah juga menyampaikan data kebutuhan masyarakat sebagai dasar penyusunan program dan prioritas pelaksanaan. Program Lisdes yang diusulkan mencakup berbagai skema penyediaan energi, mulai dari perluasan jaringan listrik, pemasangan sistem SuperSUN, hingga pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal di wilayah yang belum dapat dijangkau jaringan utama. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menyesuaikan karakteristik geografis daerah kepulauan dan kawasan terpencil. Dengan demikian, akses energi dapat dinikmati masyarakat secara lebih merata.
Selain membahas elektrifikasi desa, Gubernur Sulawesi Selatan juga mengusulkan pembangunan fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak berupa storage tank di Kabupaten Kepulauan Selayar. Usulan tersebut didasari kondisi distribusi BBM yang kerap menghadapi kendala ketika cuaca ekstrem menghambat jalur transportasi laut. Kehadiran fasilitas penyimpanan dinilai dapat meningkatkan ketahanan pasokan energi bagi masyarakat kepulauan sekaligus mengurangi risiko kekurangan stok pada periode tertentu. Infrastruktur tersebut juga diharapkan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada kelancaran distribusi energi. Pemerintah daerah menilai penguatan infrastruktur energi menjadi bagian penting dalam pembangunan wilayah kepulauan.
Pemerataan akses listrik dinilai memiliki dampak luas terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ketersediaan listrik yang stabil dapat mendukung kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, usaha mikro, hingga aktivitas ekonomi produktif lainnya. Di samping itu, akses energi juga menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat transformasi digital di daerah terpencil sehingga masyarakat dapat menikmati layanan publik dan teknologi secara lebih optimal. Oleh karena itu, pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi berbagai sektor pembangunan. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Bagi wilayah kepulauan seperti Selayar dan sejumlah pulau di Kabupaten Pangkep, tantangan penyediaan listrik berbeda dibandingkan kawasan daratan. Kondisi geografis yang terpisah oleh laut menyebabkan pembangunan jaringan konvensional membutuhkan biaya dan perencanaan yang lebih kompleks. Karena itu, pemanfaatan energi terbarukan seperti PLTS komunal dinilai menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan sesuai karakteristik wilayah. Kombinasi antara perluasan jaringan dan teknologi energi bersih diharapkan mampu meningkatkan rasio elektrifikasi secara bertahap. Pendekatan tersebut juga mendukung agenda transisi energi yang tengah didorong pemerintah.
Pertemuan antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kementerian ESDM menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dalam penyediaan infrastruktur energi yang lebih inklusif. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai penting agar program pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Selain penyediaan listrik, pembahasan juga mencerminkan pentingnya penguatan sistem logistik energi di wilayah kepulauan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal. Kolaborasi lintas pemerintah diharapkan mampu mempercepat realisasi berbagai program strategis yang berkaitan dengan ketahanan energi daerah.
Melalui usulan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap masyarakat di desa-desa terpencil dan wilayah kepulauan dapat memperoleh akses listrik yang andal untuk mendukung kehidupan sehari-hari. Pemerataan energi tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai fondasi bagi peningkatan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan pembangunan. Dengan dukungan pemerintah pusat serta pelaksanaan program yang tepat sasaran, diharapkan kesenjangan akses listrik antarwilayah dapat terus berkurang sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.







