Jambi, 6 September 2026 – Sejumlah penumpang memilih tetap bertahan di Bandara Sultan Thaha Jambi setelah penerbangan menuju Jakarta dibatalkan akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu. Pembatalan terjadi setelah operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami penghentian sementara karena terdeteksi sebaran abu vulkanik di kawasan bandara. Kondisi tersebut membuat penumpang yang sebelumnya telah datang dan bersiap melakukan perjalanan harus menunggu kepastian mengenai penerbangan berikutnya. Sebagian penumpang memilih tetap berada di terminal karena berharap penerbangan dapat kembali dilayani setelah kondisi di Jakarta dinyatakan aman. Sementara itu, pihak Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak perubahan jadwal. Keselamatan penumpang dan kru menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan pembatalan maupun penyesuaian penerbangan.
General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi Ardon Marbun menjelaskan sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta terdampak kondisi tersebut. Salah satunya adalah Batik Air ID 6807 rute Jambi–Jakarta yang sebelumnya dijadwalkan berangkat pada pukul 06.00 WIB. Penerbangan tersebut akhirnya dibatalkan setelah kondisi di Bandara Soekarno-Hatta tidak memungkinkan untuk operasional normal. Dampak serupa terjadi terhadap Batik Air ID 6804-6805 yang melayani rute Jakarta–Jambi–Jakarta. Pesawat tersebut seharusnya tiba di Jambi pada pukul 10.00 WIB dan kembali terbang menuju Jakarta pada pukul 10.40 WIB. Pembatalan membuat rotasi pesawat sekaligus perjalanan penumpang dari Jambi harus mengalami penyesuaian.
Penerbangan Citilink QG 960-961 dengan rute Jakarta–Jambi–Jakarta juga termasuk dalam layanan yang terdampak. Pesawat tersebut sebelumnya dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha pada pukul 08.25 WIB dan kembali berangkat menuju Jakarta pada pukul 08.55 WIB. Tidak beroperasinya penerbangan tersebut membuat sejumlah penumpang yang telah berada di terminal harus mengatur kembali perjalanan mereka. Situasi di ruang tunggu menjadi berbeda dibandingkan hari normal karena terdapat penumpang yang belum mendapatkan kepastian waktu keberangkatan selanjutnya. Sebagian memilih menunggu perkembangan karena pembatalan disebabkan kondisi keselamatan penerbangan yang dapat berubah mengikuti penyebaran abu vulkanik. Informasi terbaru dari maskapai menjadi hal yang paling ditunggu oleh para calon penumpang.
Pihak bandara bersama maskapai memberikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak pembatalan maupun penundaan penerbangan. Koordinasi dilakukan untuk memastikan perubahan jadwal dapat disampaikan secepat mungkin sehingga penumpang mempunyai pilihan dalam menentukan perjalanan berikutnya. Penumpang dapat berkomunikasi langsung dengan maskapai mengenai mekanisme penjadwalan ulang maupun pilihan lain yang tersedia sesuai ketentuan masing-masing operator penerbangan. Bagi penumpang yang memilih bertahan di bandara, pembaruan informasi menjadi penting karena kondisi operasional dapat berubah dalam waktu relatif cepat. Petugas juga terus memantau perkembangan penerbangan dari Jakarta yang mempunyai pengaruh langsung terhadap rotasi pesawat di Jambi. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa gangguan di satu bandara penghubung utama dapat memberikan dampak berantai hingga ke berbagai daerah.
Pembatalan penerbangan dari Jambi berkaitan dengan penghentian sementara operasional Bandara Soekarno-Hatta setelah pemeriksaan menunjukkan indikasi keberadaan abu vulkanik. Pemeriksaan menggunakan metode paper test pada Minggu dini hari menunjukkan hasil positif terhadap indikasi material vulkanik di kawasan bandara. Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar penerbitan pemberitahuan penerbangan untuk menghentikan sementara aktivitas operasional. Penutupan awal dilakukan mulai pukul 01.30 WIB dan dalam perkembangannya diperpanjang mengikuti hasil evaluasi kondisi lapangan. Keputusan tersebut berdampak pada penerbangan domestik maupun internasional yang menggunakan Soekarno-Hatta. Rute Jambi menjadi salah satu yang ikut mengalami dampak karena sebagian besar konektivitas udara dari Bandara Sultan Thaha terhubung dengan Jakarta.
Abu vulkanik merupakan salah satu kondisi yang mendapatkan perhatian serius dalam keselamatan penerbangan karena partikel halus dapat memengaruhi mesin dan sejumlah komponen pesawat. Material tersebut dapat terbawa angin hingga wilayah yang cukup jauh dari pusat erupsi sehingga pengawasan tidak hanya dilakukan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Ketika indikasi abu ditemukan di kawasan bandara atau jalur penerbangan, operator harus melakukan evaluasi sebelum pesawat dapat diberangkatkan maupun mendarat. Karena itu, pembatalan penerbangan tidak semata-mata mempertimbangkan kondisi cuaca di Bandara Sultan Thaha Jambi. Kondisi bandara tujuan dan jalur yang akan dilalui juga menjadi faktor penting dalam keputusan operasional. Hal tersebut menjelaskan mengapa cuaca yang terlihat relatif normal di Jambi tetap dapat diikuti pembatalan penerbangan menuju Jakarta.
Gangguan yang terjadi juga berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap jadwal penerbangan berikutnya. Pesawat yang seharusnya terbang dari Jakarta menuju Jambi tidak dapat tiba sesuai jadwal sehingga penerbangan lanjutan dari Jambi menggunakan armada yang sama ikut terganggu. Awak pesawat, ketersediaan slot penerbangan, posisi armada, serta kapasitas terminal menjadi bagian yang harus dihitung ketika operasi mulai dipulihkan. Semakin lama penghentian berlangsung, semakin besar pula kemungkinan jadwal berikutnya mengalami perubahan. Karena itu, pemulihan tidak selalu dapat berlangsung seketika setelah suatu bandara kembali dibuka. Maskapai membutuhkan waktu untuk menyusun kembali rotasi armada agar seluruh penerbangan dapat dilayani dengan tetap memenuhi ketentuan keselamatan.
Bandara Sultan Thaha sebelumnya juga menghadapi gangguan penerbangan akibat persoalan jarak pandang pada akhir Agustus 2026. Ketika itu, kabut asap kebakaran hutan dan lahan menyebabkan jarak pandang di kawasan bandara sempat turun hingga sekitar 800 meter. Dua penerbangan dari Jakarta menuju Jambi harus dialihkan masing-masing ke Batam dan Palembang sebelum akhirnya dapat kembali mendarat setelah kondisi membaik. Peristiwa tersebut berbeda dengan pembatalan pada Minggu karena gangguan kali ini terutama berasal dari dampak abu vulkanik terhadap operasional bandara tujuan di Jakarta. Namun keduanya menunjukkan betapa kondisi atmosfer mempunyai pengaruh besar terhadap kelancaran transportasi udara. Keselamatan tetap menjadi dasar bagi operator dalam memutuskan apakah sebuah penerbangan dapat dilaksanakan, ditunda, dialihkan, atau dibatalkan.
Penumpang yang masih berada di Bandara Sultan Thaha diminta terus memperhatikan pengumuman dan informasi resmi dari maskapai mengenai status penerbangan masing-masing. Perubahan kondisi dapat terjadi mengikuti hasil pemantauan abu vulkanik dan keputusan operasional di Bandara Soekarno-Hatta. Calon penumpang yang belum berangkat menuju bandara juga disarankan memastikan status penerbangannya terlebih dahulu agar tidak harus menunggu terlalu lama di terminal apabila jadwal telah berubah. Komunikasi antara bandara dan maskapai terus dilakukan untuk memperbarui informasi kepada masyarakat. Penumpang juga diharapkan memahami bahwa jadwal yang telah diperbarui masih dapat kembali mengalami penyesuaian apabila kondisi keselamatan belum memenuhi persyaratan. Situasi tersebut akan terus dievaluasi sampai jalur penerbangan dan bandara tujuan dapat beroperasi secara aman.
Bandara Sultan Thaha memastikan pemantauan terhadap seluruh penerbangan akan terus dilakukan selama dampak erupsi Gunung Anak Krakatau masih memengaruhi jaringan penerbangan menuju Jakarta. Penumpang yang memilih bertahan di terminal diharapkan mengikuti arahan petugas serta berkomunikasi dengan maskapai mengenai alternatif perjalanan yang tersedia. Normalisasi penerbangan akan sangat bergantung pada perkembangan sebaran abu, hasil pemeriksaan di Bandara Soekarno-Hatta, serta kesiapan armada setelah jadwal mengalami perubahan. Koordinasi dengan berbagai instansi penerbangan juga terus dilakukan untuk memastikan setiap keputusan berdasarkan kondisi aktual. Keselamatan tetap ditempatkan di atas kepentingan mempertahankan jadwal keberangkatan meskipun pembatalan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang. Setelah kondisi dinyatakan aman, maskapai diharapkan dapat secara bertahap memulihkan penerbangan Jambi–Jakarta dan mengangkut penumpang yang perjalanannya tertunda.





