Jakarta, 4 Juni 2026 – Bek kiri veteran Spanyol Jordi Alba mengakui bahwa pertandingan melawan Liverpool FC menjadi salah satu titik terendah dalam perjalanan karier profesionalnya. Momen yang dimaksud merujuk pada kekalahan dramatis yang dialami FC Barcelona di semifinal Liga Champions musim 2018/2019.
Saat itu, Barcelona datang ke Anfield dengan keunggulan agregat 3-0 setelah memenangkan leg pertama di Camp Nou. Namun di luar dugaan, Liverpool berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan 4-0 pada leg kedua dan memastikan tiket ke final dengan agregat 4-3. Kekalahan tersebut dikenang sebagai salah satu comeback terbesar dalam sejarah kompetisi Eropa.
Jordi Alba menjadi salah satu pemain yang paling terpukul oleh hasil tersebut. Bek kiri yang saat itu berada di puncak kariernya mengaku mengalami tekanan emosional yang sangat besar setelah pertandingan. Beberapa kesalahan yang terjadi selama laga membuat dirinya mendapat sorotan tajam dari media dan suporter, sesuatu yang menurutnya sangat sulit untuk dilupakan hingga bertahun-tahun kemudian.
Menurut Alba, kekalahan di Anfield bukan hanya soal tersingkir dari Liga Champions, tetapi juga tentang rasa kecewa karena gagal mempertahankan keunggulan besar yang sebelumnya dimiliki Barcelona. Ia menyebut suasana ruang ganti setelah pertandingan sebagai salah satu pengalaman paling menyakitkan yang pernah dialaminya sebagai pesepak bola profesional.
Meski demikian, Alba menegaskan bahwa pengalaman pahit tersebut turut membentuk mentalitasnya sebagai pemain. Ia belajar untuk bangkit dari kegagalan dan menerima bahwa sepak bola selalu menghadirkan momen-momen yang tidak terduga. Hingga kini, pertandingan Liverpool kontra Barcelona di Anfield tetap dikenang sebagai salah satu laga paling bersejarah dalam sepak bola modern sekaligus menjadi kenangan yang paling membekas dalam karier Jordi Alba.






