Gaza City, Palestina — Ketegangan berkepanjangan antara Israel dan kelompok Hamas kembali memanas setelah serangan udara besar-besaran dilancarkan oleh militer Israel ke wilayah Gaza pada Kamis malam (11/7), yang menyebabkan sedikitnya 19 warga sipil tewas, termasuk 6 anak-anak dan 4 perempuan.
Serangan tersebut disebut sebagai respons terhadap roket-roket yang ditembakkan oleh kelompok militan dari Jalur Gaza ke wilayah selatan Israel awal pekan ini, yang menyebabkan beberapa warga sipil Israel luka ringan.
Rudal Menghantam Pemukiman Padat Penduduk
Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, rudal Israel menghantam area permukiman padat di Khan Younis dan Shuja’iyya, menyebabkan kerusakan besar pada rumah-rumah warga, toko, dan sekolah dasar.
“Saya kehilangan dua anak saya. Kami tidak menerima peringatan apa pun,” ujar Salwa Mahmud, seorang ibu yang selamat dari reruntuhan. Tayangan video dari lokasi kejadian memperlihatkan warga menggali puing-puing dengan tangan kosong untuk mencari korban selamat.
Reaksi Dunia Internasional
Komunitas internasional mengecam eskalasi kekerasan ini. PBB mengeluarkan pernyataan mendesak kedua pihak menahan diri dan mengutamakan dialog. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut situasi tersebut sebagai “krisis kemanusiaan yang berulang tanpa penyelesaian politik”.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, mengecam keras serangan Israel dan menyerukan boikot produk Israel, sementara Amerika Serikat menyatakan mendukung “hak Israel untuk membela diri” namun tetap menyerukan proporsionalitas dan perlindungan terhadap warga sipil.
Israel Tegaskan Targetnya Militer
Juru bicara militer Israel menyatakan bahwa target dari serangan udara adalah fasilitas produksi roket dan terowongan bawah tanah milik Hamas. Namun, berbagai rekaman dan laporan saksi mata menunjukkan banyak korban adalah warga sipil biasa.
“Kami tidak menargetkan warga sipil. Jika ada korban, itu karena Hamas menyembunyikan senjata dan markas di tengah lingkungan warga,” ujar Letkol Jonathan Conricus.
Ketakutan Baru Akan Perang Skala Besar
Para analis politik Timur Tengah memperingatkan bahwa eskalasi ini bisa menjadi awal dari konflik berskala lebih besar seperti pada tahun 2021. Saat ini, ribuan warga Gaza telah mengungsi ke wilayah utara dan fasilitas PBB mulai kewalahan menampung korban.
Sementara itu, Hamas memperingatkan bahwa serangan balasan dalam skala besar sedang dipersiapkan dan bisa diluncurkan dalam waktu dekat.