Sikka, 30 Agustus 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperluas penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, bantuan logistik keluarga disalurkan hingga ke wilayah terpencil di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, yang aksesnya cukup sulit dijangkau.
Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat di daerah terisolir tetap terpenuhi. Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan BAZNAS terhadap gempa yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.
Tempuh Perjalanan Laut hingga Empat Jam
Untuk mencapai Pulau Palue, tim BAZNAS harus menempuh perjalanan laut sekitar tiga hingga empat jam. Pulau tersebut berjarak sekitar 65 kilometer dari Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.
Kondisi geografis dan akses yang terbatas membuat distribusi bantuan ke wilayah tersebut membutuhkan upaya lebih. Meski demikian, BAZNAS tetap berupaya menjangkau warga terdampak agar bantuan tidak hanya terpusat di lokasi pengungsian yang lebih mudah diakses.
Paket logistik keluarga diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa.
Sebelumnya Salurkan 500 Paket Logistik
Penyaluran bantuan ke Palue melanjutkan rangkaian aksi kemanusiaan BAZNAS di sejumlah wilayah terdampak. Sebelumnya, BAZNAS RI telah menyalurkan 500 Paket Logistik Keluarga (PLK) kepada penyintas gempa di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Paket tersebut berisi kebutuhan pangan seperti beras, minyak, gula, biskuit, dan mi instan. Bantuan ditujukan untuk meringankan beban keluarga yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat.
Selain bantuan logistik, BAZNAS juga mengoperasikan dapur umum dan menghadirkan layanan kesehatan mobile melalui Rumah Sehat BAZNAS untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdampak.
Perluasan Bantuan ke Daerah Sulit Dijangkau
Penyaluran ke Pulau Palue menunjukkan upaya BAZNAS memperluas jangkauan bantuan hingga ke daerah yang memiliki tantangan akses. Hal tersebut penting karena kondisi pascabencana dapat membuat distribusi kebutuhan dasar menjadi lebih sulit, terutama di wilayah kepulauan dan daerah dengan infrastruktur terbatas.
Sebelumnya, BAZNAS juga telah mengerahkan personel BTB dan Rumah Sehat BAZNAS sejak awal masa tanggap darurat untuk mendirikan posko, dapur umum, menyalurkan logistik, serta memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan, makanan siap saji, tenda pengungsian, perlengkapan kebersihan, hingga dukungan bagi kelompok rentan seperti ibu dan anak.
Pastikan Kebutuhan Dasar Penyintas Terpenuhi
Penanganan korban gempa tidak hanya membutuhkan bantuan dalam jumlah besar, tetapi juga distribusi yang merata hingga ke lokasi yang sulit dijangkau. Karena itu, pengiriman logistik ke Pulau Palue menjadi bagian penting dari upaya memastikan tidak ada kelompok masyarakat terdampak yang tertinggal dalam proses penanganan bencana.
BAZNAS terus mengerahkan sumber daya dan relawannya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar penyintas. Bantuan logistik diharapkan dapat membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat sembari proses pemulihan wilayah terdampak terus berjalan.
Dengan menjangkau Pulau Palue yang berada jauh dari pusat Kabupaten Sikka, BAZNAS menunjukkan bahwa distribusi bantuan kemanusiaan terus diarahkan hingga ke wilayah terisolir. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan masyarakat terdampak gempa memperoleh kebutuhan pokok secara lebih merata selama masa pemulihan.






