Jakarta, 13 Mei 2026 – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus melakukan penyelidikan mendalam terkait kecelakaan antara kereta api dan kendaraan taksi Green SM yang terjadi di wilayah Bekasi. Dalam proses investigasi tersebut, KNKT kini fokus memeriksa perangkat perekam data atau yang sering disebut sebagai “black box” milik kendaraan untuk mengetahui kronologi pasti sebelum insiden terjadi. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan setiap detail pergerakan kendaraan, termasuk kecepatan, posisi, hingga aktivitas pengemudi beberapa detik sebelum tabrakan berlangsung.
Tim investigasi menyebutkan bahwa data dari perangkat elektronik kendaraan sangat penting untuk membantu merekonstruksi kejadian secara akurat. Selain memeriksa black box, KNKT juga mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, keterangan saksi mata, serta informasi dari pihak operator kereta api dan perusahaan transportasi terkait. Investigasi dilakukan secara menyeluruh agar penyebab utama kecelakaan dapat diungkap tanpa spekulasi. Petugas di lapangan juga masih memetakan kondisi lintasan dan sistem keamanan perlintasan saat insiden terjadi.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar karena benturan terjadi cukup keras dan mengakibatkan arus lalu lintas di sekitar lokasi terganggu selama beberapa jam. Sejumlah petugas gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan evakuasi kendaraan serta memastikan jalur kereta dapat kembali beroperasi dengan aman. Beberapa korban yang mengalami luka langsung mendapatkan penanganan medis, sementara aparat kepolisian turut membantu pengamanan area agar proses penyelidikan berjalan lancar.
KNKT menegaskan bahwa investigasi kecelakaan transportasi bertujuan utama untuk meningkatkan aspek keselamatan dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar rekomendasi kepada pihak terkait, termasuk operator transportasi, pengelola perlintasan, hingga instansi pemerintah daerah. KNKT juga meminta masyarakat agar tidak menyimpulkan penyebab kecelakaan sebelum seluruh proses analisis teknis selesai dilakukan.
Di sisi lain, kecelakaan ini kembali memunculkan perhatian publik terhadap pentingnya disiplin berlalu lintas di area perlintasan kereta api. Pengamat transportasi menilai perlunya peningkatan sistem pengamanan di sejumlah titik rawan, terutama pada kawasan padat kendaraan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat mempercepat evaluasi fasilitas keselamatan guna mengurangi risiko kecelakaan di masa depan, termasuk optimalisasi palang pintu otomatis dan pengawasan lalu lintas di sekitar jalur kereta.








