Jakarta, 11 Mei 2026 – Wakil Menteri Dalam Negeri memberikan apresiasi terhadap capaian Survei Penilaian Integritas (SPI) sektor pendidikan di DKI Jakarta yang disebut menjadi salah satu yang tertinggi. Pencapaian tersebut dinilai sebagai indikator positif dalam upaya membangun tata kelola pendidikan yang lebih bersih dan transparan.
Menurut Wamendagri, hasil SPI dapat menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem pelayanan dan pengelolaan pendidikan. Ia menegaskan bahwa integritas dalam sektor pendidikan sangat berpengaruh terhadap kualitas layanan publik dan pembentukan karakter generasi muda.
Pemerintah daerah di berbagai wilayah didorong untuk melakukan pembenahan sistem, mulai dari transparansi administrasi, pengelolaan anggaran, hingga pengawasan terhadap praktik yang berpotensi menimbulkan penyimpangan.
SPI sendiri digunakan untuk mengukur tingkat integritas dan potensi risiko korupsi dalam berbagai sektor pelayanan publik, termasuk pendidikan. Hasil survei biasanya mencerminkan persepsi masyarakat serta efektivitas tata kelola di lingkungan instansi terkait.
DKI Jakarta disebut berhasil menunjukkan peningkatan dalam sejumlah aspek, termasuk penguatan sistem pengawasan dan digitalisasi layanan pendidikan. Langkah-langkah tersebut dinilai membantu meningkatkan akuntabilitas serta mengurangi celah penyimpangan.
Meski demikian, Wamendagri mengingatkan bahwa capaian tinggi bukan berarti sistem sudah sempurna. Pemerintah daerah tetap diminta terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar kualitas pelayanan publik semakin baik dan merata.
Pengamat pendidikan menilai penguatan integritas di sektor pendidikan penting karena sekolah dan institusi pendidikan memiliki peran besar dalam membentuk budaya antikorupsi sejak dini. Lingkungan pendidikan yang bersih dinilai dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat.
Pemerintah berharap hasil SPI dapat menjadi motivasi bagi seluruh daerah untuk meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan. Dengan sistem yang lebih transparan dan akuntabel, pelayanan pendidikan diharapkan semakin dipercaya dan mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.







